Marwan, M.Si : Dosen yang romantis

7 04 2010

Petualangan hidup seorang Marwan, M.si

Hello semuanya, jumpa lagi dengan saya Adam dalam acara perkenalan dosen Matematika FMIPA Unram. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan memeperkenalkan dosen kita yang setiap ucapannya mengandung kata-kata yang romantis…… here we go..kita tampilnya Mr. Marwan M.Si…..JRENG JRENG….!!!!!!!!!!

Kita mulai dengan kembali ke 27 tahun lalu…. Pada 5 oktober 1971 lahirlah bayi laki-laki yang lucu (namanya juga bayi,hehe) bertempat di Seteluk KSB (Kabupaten Sumbawa Barat)… Wah,kita satu kabupaten pak (jadi terharu), mudah-mudahan ilmunya nular,hehe….

Marwan muda menghabiskan masa kecilnya di kampung halamannya. Memulai pendidikannya di SD 1 seteluk, lanjut ke SMP Negeri Seteluk (sekarang SMPN 1 Seteluk), dan lulus dengan nilai matematika 9,6. Setelah lulus SMP beliau ingin menimba ilmu lebih jauh, makanya beliau melanjutkan sekolah di SMA Ampenan (sekarang namanya SMU 2 Mataram). Beliau kemudian ingin nyebrang laut lagi dan akhirnya diterima di Matematika UGM tahun 1991-1996. Yang lebih keren lagi saat mengisi PBUD (istilah sekarangnya itu PMJK), dia lebih memilih tekhnik elektro tapi tidak diterima. Tapi setelah ikut SNMPTN malah diterima, di matematika pula. Hebat kan??? Dan alasan beliau memilih matematika karena menganggap matematika itu mudah (dengerin tuh…).

Setelah itu dosen yang bercita-cita menjadi pegawai swasta ini sempat nganggur 2 tahun akibat krismon (krisis moneter). Untuk mengisi waktu nganggurnya, beliau mencoba daftar ke ASTRA, tapi gagal saat tes wawancara (gak apa-apa oak, sekarang kan bapak di wawancara lagi,hihihihi)…….

Pantang mundur, tes berikutnya di STT Telkom tapi belum beruntung juga….. (penonton,eh…pembaca terharu). Tapi rejeki emang gak kemana. Tak disangka dan tak diduga, akhirnya ada info penerimaan dosen melalui Koran kompas lewat program karya siswa. Setelah berjuang dengan segenap jiwa dan raga, beliau diterima pada tahun 1998 (pembaca terharu lagi donk). Program itu menerima setelah lulus S2 di UGM tahun 1998-2001. Setelah bergelar Marwan, M.Si, beliau memulai petualangan romantisnya di dunia tarik suara,eh..tarik tambang…aduh,salah lagi,..maksudnya jadi dosen,hehehe…..
Saat di UNRAM pak Marwan dititip dulu menjadi dosen TEKHNIK SIPIL, karena belum ada jurusan MIPA. Lalu pada tahun 2002 atau 2003 masuklah Biologi ke MIPA yang merupakan awal kenangan-kenangan indah warga matematika sampai saat ini. Akhirnya dengan proses yang panjang pak Marwan bisa mengajar di prody matematika yang berdiri tahun 2006 bersama pak Samsul dan Bu Mustika. Perjalanan hiduplah yang membawa pak Marwan menjadi seorang dosen seperti sekarang.

“Yang saya percaya itu ya kalau kita sudah berusaha pasti akan dikasi yang terbaik, tapi yang terbaik kadang tidak langsung terlihat, seperti pengalaman saya ini kan untung saya diterima di matematika awalnya dulu kan memilih tekhnik”, pungkasnya.

Sekarang beliau hidup bahagia bersama istri dan kedua putrinya di istana kecilnya di jalan kesra 8 nomer 18 Mataram.





Profil Marwan, M.Si.


Oke para pembaca yang setia, sekarang kita masuk ke rondi,eh ronde selanjutnya. Kalau tadi kita berbicara tentang kisah hidup pak Marwan, sekarang kita akan membahas kepribadiannya.


Menikah saat setahun sebelum lulus S2 dengan modal CPNS, memaksa beliau membawa permaisurinya dari Sumbawa ke Jojga (lumayan nyebrang laut 3 kali). Pasangan bahagia ini dikaruniai 2 orang putri yang lucu-lucu, Lala dan Aufa. Moto hidup beliau sederhana saja “Bersyukur dalam kejayaan, bersabar dalam cobaan”. Tapi moto hidupnya kadang-kadang bisa berubah loch, “Tergantung pada Tuhan memberi saya wawasan seperti apa”, ujarnya.

Suka duka beliau selama menjadi dosen adalah, “Sukanya karena saya bekerja menghadapi manusia, ada kepuasan tersendiri karena banyak hal yang tidak terduga dari pada bekerja dengan mesin. Dan dukanya saat maksud yang saya sampaikan itu tidak sampai pada orang lain dan orang itu mengacuhkan saya”. Maafkan kami pak.

Nah… Sekarang kita bicara tentang kesukaannya. Beliau hobi main catur, dan juga suka main gitar juga loch…. Beliau suka makanan khas Sumbawa, Sepat. Makanan yang berbahan ikan bakar dan bumbu0bumbu lainnya ini memang sangat mantab (promosi,hehehe….jadi kangen sepat buatan ibu….). dan yang paling tidak disukainya adalah dobohongi.

Di akhir wawancarai pak marwan berikan informasi untuk mahasiswa yang ingin menjadi dosen. Jangan dikira dosen itu tidak punya TRIDARMA,yaitu tugas pokok seorang dosen.
PERTAMA : pendidikan dan pengajaran maksudnya itu bagaimana cara meramu informasi supaya materinya bisa langsung dimengerti.
KEDUA : penelitian (sekarang ini masih jarang karena tidak ada fasilitas…)
KETIGA : pengabdian masyrakat yang terpenting tau teknologi, harus tau menggunakan LCD, komputer paling tidak power point, dan Internet supaya jadi dosen yang lebih keren..

O iya…da pesan kesan juga buat mahasiswa juga (dengerin baik-baik ya temen-temen)

Kesannya : pada dasarnya mahasiswa cenderung malas.. (aduh…tau ja bapak ni kalau saya males,hehehehe)

Pesannya : ya mahasiswa jangan malas lagi.. (siiiipppp pak)

Pesannya buat fakultas, berharap fakultas ini dapat lebih diperhatikan, karena kesannya fakultas kita ini masih “berserakan” bukan berarti tidak terkontrol.

Sekian pembahasan kita tentang Mr. Marwan, M.Si. Udah puas kan para pembaca????? Kalau mau tau inpo yang lain, kunjungi blog ini lagi,ok???? TETEP promosi,hehe….. Gak perlu jauh-jauh ke Madam Sahara,hehe…..

Okelah kalo begitu, sekian dulu…. Sampai jumpa di episode selanjutnya yaw…



Aksi

Information

One response

8 04 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: